Meta description: IMARC Group memproyeksi pasar furniture Asia Tenggara naik dari 24,6 miliar dolar pada 2025 menjadi 46,2 miliar dolar pada 2034 dengan laju 7,06 persen per tahun. Vietnam memimpin ekspor kawasan.
Apa itu pasar furniture Asia Tenggara? Pasar furniture Asia Tenggara adalah nilai produksi dan penjualan mebel di kawasan Tenggara Asia, mencakup Indonesia, Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, Kamboja, dan Singapura, yang menurut IMARC Group mencapai 24,6 miliar dolar Amerika pada 2025 dan diproyeksi menyentuh 46,2 miliar dolar pada 2034.
Angka itu memuat dua sisi sekaligus: kawasan ini adalah basis produksi untuk ekspor sekaligus pasar konsumen yang membesar. Laju pertumbuhan tahunan majemuk 7,06 persen untuk periode 2026 sampai 2034 tergolong tinggi dibanding pasar global furniture yang diperkirakan naik dari 791,08 miliar dolar pada 2025 ke 833,94 miliar dolar pada 2026 setara laju 5,4 persen menurut catatan Research and Markets.
Informasi — Dari 24,6 ke 46,2 miliar dalam sembilan tahun
IMARC Group mematok nilai pasar 24,6 miliar dolar pada 2025 dan 46,2 miliar dolar pada 2034. Dalam nilai absolut, tambahannya sekitar 21,6 miliar dolar dalam sembilan tahun. Hampir dua kali lipat dari posisi awal, atau setara sekitar 2,4 miliar dolar permintaan baru tiap tahun.
Rumah riset yang berbeda memang membagi angka berbeda. MarkSpark Solutions mematok pasar Asia Tenggara senilai 13.978 juta dolar pada 2023 dan memproyeksikan 24.872 juta dolar pada 2030. Posisi dasar dan definisi cakupan yang dipakai tiap lembaga berbeda, sehingga angka mentah tidak bisa dibandingkan lurus. Yang seragam di antara laporan-laporan itu hanya arahnya: kawasan ini tumbuh dan lajunya di atas rata-rata global.
Precedence Research menempatkan Asia Pasifik sebagai pasar terbesar untuk produk furniture dan memperkirakan kawasan ini tetap mendominasi pasar global pada periode proyeksi. Sementara untuk furniture berbasis kayu secara spesifik, Mordor Intelligence mencatat pasar wood furniture global senilai 415,16 miliar dolar pada 2026, naik dari 401,38 miliar dolar pada 2025.
Informasi — Vietnam memegang posisi terdepan di ekspor
Di antara negara kawasan, Vietnam menonjol sebagai pengekspor furniture kayu terbesar pada 2024 dengan nilai ekspor kayu dan furniture mencapai 16 sampai 17 miliar dolar Amerika seperti dicatat Vietnam Incorp. Data yang lebih lama dari B Company menyebut Vietnam menembus 16 miliar dolar untuk furniture dan produk kayu pada 2023, sehingga angka 2024 menandai kenaikan lanjutan, bukan lompatan tunggal.
Posisi itu bertumpu pada basis manufaktur yang sudah mapan, pasokan kayu yang teratur, serta kedekatan geografis dengan pasar tujuan di Asia Timur dan Amerika Utara. Ken Research memproyeksikan pasar furniture Vietnam sendiri mencapai 14,87 miliar dolar pada 2031 dengan laju 7,26 persen per tahun, menandakan ekspor dan konsumsi domestik sama-sama bergerak.
Kabar terbaru dari Badan Statistik Vietnam menyebut sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 3,58 persen pada kuartal pertama 2026 dengan kontribusi 5,60 persen terhadap nilai tambah ekonomi. Angka itu bukan angka furniture, tetapi mengonfirmasi rantai hulu yang menopang industri olahan kayu di sana tetap bergerak.
Indonesia berdiri di kawasan yang sama dengan struktur yang sedikit berbeda. Pasar domestiknya sendiri diperkirakan Mordor Intelligence sebesar 8,24 miliar dolar pada 2025 dengan proyeksi 11,08 miliar dolar pada 2030, sehingga sebagian kapasitas produksinya melayani permintaan internal sebelum bicara ekspor.
Informasi — Kelas menengah kota jadi mesin permintaan
Pendorong jangka panjang permintaan kawasan terletak pada rumah tangga baru. Asian Development Bank memperkirakan pembentukan rumah tangga urban di Asia Tenggara tumbuh 3,5 persen per tahun sampai 2030, seperti dikutip laporan MarketDataForecast. Tiap rumah tangga baru membutuhkan meja, kursi, lemari, tempat tidur, dan set makan, dan kebutuhan itu tidak menunggu siklus ekspor membaik.
Struktur permintaan yang terbelah turut menahan risiko. Home furniture memuat perlengkapan hunian harian, office furniture melayani ruang kerja, hospitality dan proyek menambah lapisan yang peka terhadap siklus properti. Ketika satu segmen melambat, segmen lain menahan penurunan, dan pasar tetap punya alasan untuk tumbuh.
Di sisi material, kayu tetap jadi kategori utama untuk hunian. Selera konsumen kawasan yang menghargai serat kayu, keawetan, dan produk yang bisa diperbaiki memberi posisi tersendiri bagi furniture kayu solid dan panel berbasis kayu di tengah kompetisi metal dan plastik.
Informasi — Peluang untuk produsen kayu kecil
Kenaikan dari 24,6 ke 46,2 miliar dolar tidak terbagi rata. Manufaktur berskala besar menangkap volumenya lewat kapasitas produksi dan jaringan distribusi. Produsen kecil menangkap nilainya lewat diferensiasi, dan di sinilah kayu lokal punya tempat.
Jati rakyat dengan potongan presisi dan ukiran halus mengisi segmen yang tidak dilayani lini massal, yaitu produk personal, bingkai kaligrafi, dan mebel kustom dengan sambungan yang rapi. Produk semacam itu dijual pada rentang harga mid-range atas sampai premium, bukan di segmen paling bawah yang dikuasai volume. Papan yang diukur kadar airnya sebelum diproses dan finishing yang menutup pori dengan benar menjaga produk tetap stabil sampai di rumah pembeli, kualitas yang jadi alasan pembeli kelas menengah kota memilih kayu.
Kanal online memangkas jarak ke pembeli di luar kota asal tanpa membangun jaringan toko. Untuk kawasan yang permintaannya tumbuh 3,5 persen setiap tahun dari rumah tangga baru, akses semacam itu menentukan siapa yang kebagian porsi pertumbuhan.
Kesimpulan
Pasar furniture Asia Tenggara diproyeksi naik dari 24,6 miliar dolar pada 2025 ke 46,2 miliar dolar pada 2034 menurut IMARC Group, dengan Vietnam sebagai pengekspor kayu terbesar kawasan dan pembentukan rumah tangga urban yang tumbuh 3,5 persen per tahun sampai 2030 sebagai pendorong utama.
Bagi produsen kecil, peluang itu nyata tetapi tidak otomatis. Keunggulan produsen kecil terletak pada kayu lokal yang dikerjakan dengan presisi, produk yang punya karakter, dan akses langsung ke pembeli lewat kanal online. Tiga hal itu yang menentukan porsi yang bisa diambil dari tambahan 21,6 miliar dolar dalam sembilan tahun ke depan.
---
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa nilai pasar furniture Asia Tenggara sekarang dan nanti? IMARC Group mencatat 24,6 miliar dolar pada 2025 dan memproyeksikan 46,2 miliar dolar pada 2034 dengan laju 7,06 persen per tahun untuk periode 2026-2034.
Siapa pengekspor furniture kayu terbesar di kawasan? Vietnam, dengan ekspor kayu dan furniture senilai 16 sampai 17 miliar dolar Amerika pada 2024 menurut data yang dikutip Vietnam Incorp.
Apa yang mendorong pertumbuhan permintaan kawasan? Pembentukan rumah tangga urban di Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 3,5 persen per tahun sampai 2030 menurut Asian Development Bank, ditambah segmen office, hospitality, dan proyek yang memperluas basis permintaan.
Bagaimana posisi Indonesia di kawasan ini? Pasar furniture Indonesia sendiri diperkirakan 8,24 miliar dolar pada 2025 dengan proyeksi 11,08 miliar dolar pada 2030 menurut Mordor Intelligence, sehingga sebagian produksinya melayani konsumsi domestik sebelum bersaing di pasar ekspor.
Artikel ini disusun dari berbagai sumber terpercaya, riset akademik, literatur industri, dan pengalaman workshop, untuk menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi industri perkayuan.
---
Sumber Riset
- IMARC Group. (2026). South East Asia Furniture Market Size, Share, Report, 2034. https://www.imarcgroup.com/south-east-asia-furniture-market
- MarketDataForecast. (2026). Asia Pacific Furniture Market Size, Share & Trends, 2034. https://www.marketdataforecast.com/market-reports/asia-pacific-furniture-market
- Vietnam Incorp. (2025). Furniture Manufacturing in Vietnam: Opportunities, Trends. https://vietnam.incorp.asia/furniture-manufacturing-in-vietnam
- Ken Research. (2026). Vietnam Furniture Market 2019-2030. https://www.kenresearch.com/industry-reports/vietnam-furniture-market
- Research and Markets. (2026). Furniture Market Report 2026. https://www.researchandmarkets.com/reports/5781240/furniture-market-report
- Precedence Research. (2026). Furniture Market Companies, Size & Trends 2026-2035. https://www.precedenceresearch.com/furniture-market
- Mordor Intelligence. (2026). Wood Furniture Market Size, Share & 2031 Growth Trends Report. https://www.mordorintelligence.com/industry-reports/global-wood-furniture-market
- MarkSpark Solutions. (2025). Southeast Asia Furniture Market Size, Share & Growth 2025-2030. https://marksparksolutions.com/reports/southeast-asia-furniture-market
- National Statistics Office of Vietnam. (2026). Press release socio-economic situation in the First quarter of 2026. https://www.nso.gov.vn/en/data-and-statistics/2026/04/press-release-socio-economic-situation-in-the-first-quarter-of-2026 10. B Company. (2024). Vietnam Furniture Market: Current Situation, Main Players, and Potential Growth. https://b-company.jp/vietnam-furniture-market-current-situation-main-players-and-potential-growth
- ---
Like this kind of teak carving?
Browse our teak wood carved calligraphy collection. CNC-carved with ±0.1 mm precision, solid teak, hand-finished in Bandung.