Apa itu honeycombing dan deformasi? Honeycombing adalah rongga tersembunyi di dalam papan akibat tegangan pengeringan yang merobek serat kayu dari dalam. Deformasi adalah perubahan bentuk papan: melengkung, melintir, atau cembung. Keduanya lahir di ruang pengeringan, bukan di hutan.
Studi yang menjadi sumber artikel ini ditulis Karnita Yuniarti, Efrida Basri, dan Abdurachman dari Pusat Litbang Hasil Hutan, terbit di Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 35 No. 2 (2017). Mereka menguji enam jenis kayu dengan pengeringan suhu tinggi memakai metode Terazawa: trema, jati cepat tumbuh, bayur, jabon, angsana, dan lamtoro. Pertanyaannya sederhana: seberapa rentan tiap jenis terhadap cacat, dan sifat fisik apa yang memprediksinya.
Informasi — Peringkat Cacat Enam Jenis Kayu
Hasilnya memberi peringkat yang jelas. Sesudah pengeringan suhu tinggi, *"lamtoro suffers the worst honeycombing (level 4-6), and fast growing teak deforms severely (level 4-6)."* Lamtoro mencatat honeycombing terparah di skala 4 sampai 6. Jati cepat tumbuh mengalami deformasi terberat di skala yang sama.
Posisi jati cepat tumbuh patut dicermati. Jati itu tahan secara alami, tetapi versi cepat tumbuhnya bergerak liar saat dikeringkan. Ini menguatkan temuan riset UGM di draft sebelumnya: jati umur muda bukan tidak bisa dikeringkan, hanya butuh jadwal yang cocok dengan dimensinya. Data BRIN menambahkan sisi lain: bahkan dengan jadwal yang benar, jati cepat tumbuh tetap punya kecenderungan deformasi yang lebih tinggi dibanding jenis lain.
Informasi — Sifat Fisik Apa yang Memprediksi Cacat
Peneliti menghubungkan cacat dengan tiga sifat fisik: kadar air awal, rasio susut tangensial terhadap radial (T/R), dan kerapatan. Analisis regresi memberi dua angka kunci: model regresi ganda dengan semua sifat fisik sebagai prediktor menjelaskan 57,52% variasi deformasi dan 39,46% variasi honeycombing.
Angka ini mengandung dua pesan. Model ganda selalu lebih baik dari model tunggal: tidak ada satu sifat fisik pun yang sendirian memprediksi cacat dengan akurat. Dan deformasi lebih mudah diprediksi daripada honeycombing. Hampir separuh lebih variasi deformasi bisa dijelaskan sifat fisik kayu, sementara honeycombing masih menyimpan misteri lebih besar. Sisa variasinya berasal dari faktor proses: suhu, kelembapan, dan kecepatan pengeringan.
Untuk praktik sortir, rasionya konkret: kayu berkadar air awal tinggi, rasio susut T/R besar, dan kerapatan rendah cenderung lebih berisiko. Ini sejalan dengan temuan draft #11: jati rakyat berkadar air 70-100 persen membawa risiko bawaan yang lebih besar, sehingga jadwal lunaknya bukan pilihan, melainkan keharusan.
Informasi — Pelajaran Sortir Sebelum Oven
Riset ini memberi dasar ilmiah untuk langkah yang sering dianggap sepele: memilah papan sebelum masuk oven. Papan dari jenis berisiko tinggi seperti jati cepat tumbuh perlu dipisahkan dari papan yang lebih stabil. Ketebalan dan kadar air awal dicatat, bukan ditebak. Papan basah dan papan setengah kering tidak dicampur dalam satu muatan karena jadwal yang cocok untuk satu pihak merusak pihak lain.
Pengeringan suhu tinggi memperbesar semua risiko. Metode Terazawa yang dipakai studi ini memang ekstrem, tetapi justru itu gunanya: ia memperlihatkan batas toleransi tiap jenis. Kayu yang tahan di suhu tinggi akan aman di suhu normal. Kayu yang rusak di suhu tinggi menuntut jadwal lunak, persis seperti jadwal 60 °C untuk papan 40 mm dari penelitian UGM.
Posisi Piksel Industries
Piksel Industries mengolah jati rakyat yang karakternya mendekati jati cepat tumbuh dalam studi ini: kadar air awal tinggi dan kecenderungan deformasi di atas rata-rata. Sortir dilakukan sebelum oven untuk memisahkan papan berisiko, dan pengeringan dijalankan terkontrol mengikuti prinsip jadwal lunak untuk dimensi tebal. Kadar air diturunkan bertahap sebelum kayu masuk proses finishing waterbased. Deformasi yang lolos sortir akan terlihat saat pemotongan presisi, dan papan bermasalah tidak dipaksakan untuk produk yang butuh stabilitas tinggi.
Kesimpulan
Enam kayu, satu ruang pengeringan, hasilnya berbeda jauh. Lamtoro pecah dari dalam, jati cepat tumbuh melengkung paling parah. Sifat fisik kayu menjelaskan lebih dari separuh variasi deformasi tetapi tidak sampai separuh variasi honeycombing, sehingga faktor proses tetap menentukan. Bagi pengrajin, pesan riset BRIN ini praktis: sortir sebelum oven, pisahkan papan berisiko, dan jangan campur jadwal. Cacat pengeringan bisa diprediksi, dan yang bisa diprediksi bisa dicegah.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Kayu apa yang paling parah honeycombingnya dalam studi ini?
Lamtoro, dengan tingkat honeycombing 4-6 setelah pengeringan suhu tinggi. Jati cepat tumbuh mencatat deformasi terberat di skala yang sama.
Apa itu rasio susut T/R?
Perbandingan penyusutan arah tangensial terhadap radial. Rasio besar berarti kayu menyusut tidak seragam dan lebih berisiko cacat. Rasio mendekati 1 berarti penyusutan seragam.
Bisakah cacat pengeringan diprediksi dari sifat fisik kayu?
Sebagian. Model regresi ganda menjelaskan 57,52% variasi deformasi dan 39,46% variasi honeycombing. Sisanya ditentukan faktor proses seperti suhu dan kelembapan.
Kenapa sortir sebelum oven penting?
Papan berisiko tinggi dan rendah butuh jadwal berbeda. Mencampurnya dalam satu muatan berarti satu pihak mendapat jadwal yang salah, dan cacat hampir pasti muncul.
*Artikel ini disusun dari berbagai sumber terpercaya, riset akademik, literatur industri, dan pengalaman workshop, untuk menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi industri perkayuan.*
Sumber Riset
- Yuniarti, K., Basri, E., dan Abdurachman. (2017). *Honeycombing and Deformation of Six Wood Species and Their Relationship with Several Physical Properties*. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 35(2), 115-122. https://ejournal.brin.go.id/jphh/article/view/12804
Like this kind of teak carving?
Browse our teak wood carved calligraphy collection. CNC-carved with ±0.1 mm precision, solid teak, hand-finished in Bandung.