Apa itu oil heat treatment? Oil heat treatment adalah perlakuan panas pada kayu dengan merendamnya dalam minyak yang dipanaskan pada suhu tertentu selama durasi tertentu. Minyak berfungsi sebagai medium penghantar panas sekaligus pelindung, sehingga perubahan sifat kayu terjadi tanpa penambahan bahan kimia pengawet.

Sebagian besar jati yang beredar di pasaran saat ini berasal dari hutan tanaman yang dipanen pada umur relatif muda, sekitar 10 hingga 15 tahun. Kayu dari pohon muda ini punya satu masalah khas: bagian gubal (sapwood) berwarna terang sementara teras (heartwood) berwarna gelap, sehingga ketika dijadikan produk warnanya tidak rata dan nilai estetikanya turun. Sebuah penelitian dari Malaysia mencoba menjawab persoalan ini lewat perendaman dalam minyak sawit panas, dan hasilnya menunjukkan suhu memegang peranan paling besar dibanding faktor lain.

Informasi — Jati Muda dan Masalah Warna yang Tidak Rata

Penelitian yang dipublikasikan di IOP Conference Series: Earth and Environmental Science ini menguji kayu jati budidaya (Tectona grandis) berumur 10 dan 15 tahun. Semua spesimen memperlihatkan gubal berwarna lebih terang dibanding teras yang gelap, dan kombinasi keduanya dalam satu produk membuat tampilan tidak seragam.

Untuk mengatasinya, peneliti merendam sampel gubal dan teras dalam minyak sawit mentah (crude palm oil) yang dipanaskan pada tiga tingkat suhu: 160°C, 200°C, dan 240°C, masing-masing selama 2 jam. Sifat fisik dan mekanis kayu yang sudah diperlakukan kemudian diukur mengikuti standar ASTM. Faktor lain yang ikut diamati adalah posisi kayu pada batang dan bagian kayu yang diuji, sehingga pengaruh setiap variabel bisa dipisahkan.

Informasi — Suhu: Variabel yang Paling Menentukan

Analisis korelasi menunjukkan suhu merupakan salah satu variabel utama yang memengaruhi sifat kayu setelah perlakuan. Semakin tinggi suhu, semakin besar perubahan yang terjadi pada sifat fisik dan mekanis kayu.

Arah perubahannya mengikuti pola yang sudah dikenal dari riset modifikasi termal kayu: panas mendegradasi hemiselulosa, komponen dinding sel yang paling mudah menyerap air. Akibatnya kayu yang diolah menjadi kurang higroskopis, perubahan dimensi akibat kelembapan menurun, dan stabilitas bentuknya meningkat. Pada saat yang sama, warna kayu menjadi lebih gelap dan merata, yang justru menyamarkan perbedaan antara gubal dan teras.

Durasi juga masuk dalam rancangan penelitian, tetapi hasilnya menegaskan suhu yang bekerja lebih dominan. Artinya, operator yang ingin mengubah karakter kayu perlu memperhatikan kontrol suhu lebih dulu sebelum mengutak-atik lama perendaman.

Informasi — Minyak Sebagai Medium: Lebih dari Sekadar Penghantar Panas

Minyak panas bekerja dalam dua lapis. Pertama, sebagai medium penghantar panas yang menyentuh seluruh permukaan kayu secara merata, sehingga perlakuan lebih seragam dibanding udara panas yang bisa meninggalkan bagian kering tidak merata. Kedua, minyak melindungi kayu dari paparan oksigen berlebihan selama pemanasan, menekan risiko retak dan perubahan warna yang tidak terkendali.

Efek samping yang menguntungkan: minyak ikut menyerap ke dalam pori kayu, memberi lapisan yang sedikit mengurangi penetrasi air. Ini menjelaskan kenapa kayu yang diperlakukan dengan minyak panas cenderung lebih stabil dimensinya.

Perlu dicatat, suhu tinggi tidak selalu lebih baik. Pada rentang 240°C, sebagian sifat mekanis seperti kekuatan lentur berisiko turun karena degradasi komponen dinding sel yang terlalu jauh. Karena itu riset semacam ini menekankan pentingnya menemukan titik tengah: suhu cukup untuk menaikkan stabilitas dan warna, tapi tidak sampai mengorbankan kekuatan yang dibutuhkan produk.

Kesimpulan

Oil heat treatment menawarkan jalur peningkatan mutu jati muda tanpa bahan kimia keras. Jati umur 10-15 tahun yang diolah dalam minyak sawit panas mendapat warna lebih gelap dan merata, stabilitas dimensi lebih baik, dan ketahanan terhadap kelembapan meningkat. Suhu terbukti menjadi variabel yang paling menentukan, dengan rentang 160-240°C memberi ruang penyesuaian antara target stabilitas dan kekuatan.

Bagi industri furniture yang banyak memakai jati dari hutan tanaman, pendekatan ini relevan sebagai salah satu opsi nilai tambah: kayu muda yang tadinya dinilai kurang menarik justru bisa diangkat menjadi material dengan tampilan dan performa yang lebih baik.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu oil heat treatment? Perlakuan panas pada kayu dengan merendamnya dalam minyak panas, umumnya pada suhu 160-240°C. Minyak berfungsi sebagai medium penghantar panas sekaligus pelindung permukaan kayu.

Apakah oil heat treatment memakai bahan kimia pengawet? Tidak. Perubahan sifat kayu terjadi karena panas, bukan karena bahan kimia. Minyak hanya medium penghantar panas.

Mengapa jati muda warnanya tidak rata? Karena gubal (sapwood) berwarna lebih terang daripada teras (heartwood). Pada pohon muda porsi gubal lebih besar, sehingga perbedaan warna lebih terlihat.

Apakah suhu tinggi selalu lebih baik? Tidak. Suhu tinggi meningkatkan stabilitas dimensi dan menggelapkan warna, tetapi pada level tertentu bisa menurunkan kekuatan lentur kayu. Perlu titik tengah sesuai kebutuhan produk.

Apa itu stabilitas dimensi? Kemampuan kayu mempertahankan ukuran saat kadar air lingkungan berubah. Kayu yang stabil tidak mudah memuai atau menyusut ketika kelembapan naik turun.

Artikel ini disusun dari berbagai sumber terpercaya — riset akademik, literatur industri, dan pengalaman workshop — untuk menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi industri perkayuan.

Sumber Riset

  1. Wahab, R., Kamarulzaman, R., Razali, S. M., Sulaiman, M. S., Mokhtar, N., Edin, T., & Razak, M. H. (2022). Physical and mechanical properties of Tectona grandis wood after oil heat treatment process. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1053, 012031. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1053/1/012031

Suka detail ukiran kayu jati seperti ini?

Lihat koleksi kaligrafi ukiran kayu jati kami. Diukir CNC presisi ±0,1 mm, kayu jati solid, finishing handmade di Bandung.

← Kembali ke Artikel