Apa itu distribusi heartwood? Distribusi heartwood adalah pola penyebaran kayu teras di dalam batang, baik ke arah samping dari empulur ke kulit (horizontal) maupun ke arah atas dari pangkal ke pucuk (vertikal). Pola ini menentukan berapa banyak kayu bernilai tinggi yang bisa dipanen dari satu pohon.

Nilai kayu jati hampir seluruhnya ada di terasnya. Kalimat "Heartwood normally determines the value of wood" yang dikutip para penulis dari literatur lama masih berlaku sampai sekarang. Gubal (sapwood) tetap dibutuhkan pohon yang hidup untuk mengangkut air, tapi di penggergajian gubal adalah bagian yang disisihkan. Masalahnya, teras tidak terbentuk merata. Pohon yang tumbuh berdampingan di tegakan yang sama bisa punya porsi teras berbeda jauh, dan dalam satu batang pun bagian pangkal jauh lebih berisi daripada bagian atas.

Informasi — Teras Muncul Sejak Dini, Lalu Mantap Setelah Diameter 10 Cm

Penelitian Yang dan koleganya (2020) di Guangxi, Cina selatan, membedah 34 pohon jati umur 31 tahun lapis demi lapis lewat stem analysis. Temuannya soal arah horizontal cukup jelas. Teras mulai tampak ketika jari-jari xilem mencapai 20 sampai 30 mm. Setelah itu jari-jari dan luas teras naik cepat seiring membesarnya batang, lalu melambat ketika jari-jari xilem melewati 80 mm. Persentase jari-jari teras mencapai titik relatif stabil di kisaran 80 persen begitu diameter batang menyentuh 100 mm.

Lebar gubal justru nyaris tidak bergerak. Berapa pun besar batangnya, lebar gubal main di rentang 10 sampai 40 mm. Ini masuk akal secara fisiologi. Gubal adalah jaringan pengangkut air yang lebarnya mengikuti kebutuhan tajuk, bukan mengikuti umur pohon. Akibatnya, semakin besar batang, porsi gubal semakin kecil secara proporsional dan porsi teras semakin dominan. Praktik penjarangan sedang sampai berat yang mempercepat pembesaran diameter, seperti dilaporkan Pérez dan Kanninen di Kosta Rika, terbukti menaikkan persentase volume teras yang dipanen.

Informasi — Pohon Dominan Berisi 60 Persen Teras, Bagian Bawah Paling Berharga

Ke arah vertikal, semua parameter menyusut ke atas. Jari-jari teras, luas teras, luas gubal, dan volume teras per seksi menurun seiring ketinggian. Rasio teras relatif stabil untuk potongan di bawah separuh tinggi pohon, lalu turun lebih curam ke arah pucuk. Tinggi teras sendiri mencapai 84 sampai 91 persen tinggi pohon, jadi teras memang menjalar hampir sampai pucuk, hanya semakin tipis.

Status sosial pohon di tegakan membuat perbedaan nyata. Pohon dominan menghasilkan teras paling efisien: jari-jari, luas, dan volume terasnya jauh lebih besar dibanding pohon rata-rata dan pohon tertekan. Proporsi volume terasnya 60 persen, berbanding 55 persen pada pohon rata-rata dan 51 persen pada pohon tertekan. Volume teras terkonsentrasi di seksi batang bawah sampai tengah, di bawah 60 persen tinggi pohon. Gabungan temuan horizontal dan vertikal ini menghasilkan satu rekomendasi operasional: panen seksi batang bawah dengan diameter ujung kecil di atas 16 cm untuk memaksimalkan perolehan teras.

Informasi — Diameter Setinggi Dada Cukup untuk Menduga Volume Teras

Teras tidak bisa diukur langsung pada pohon berdiri tanpa melukainya. Karena itu para peneliti menguji empat peubah yang mudah diukur di lapangan, yakni diameter setinggi dada (DBH), tinggi pohon, tinggi bebas cabang, dan lebar tajuk, untuk melihat mana yang paling erat hubungannya dengan volume teras. DBH menang di semua atribut: jari-jari, luas, dan volume teras.

Hubungan DBH dengan volume teras mengikuti model eksponensial HV = 0,000011 × DBH^2,9787 dengan R2 0,8601, berlaku untuk semua status sosial pohon pada umur tersebut. Artinya, pengukur diameter sederhana yang dibawa setiap regu inventarisasi hutan sudah cukup untuk menduga volume teras satu tegakan dengan ketelitian yang layak. Bagi pembeli log, angka ini memberi dasar yang lebih objektif: dua log berdiameter sama dari tegakan seumur punya dugaan rendemen teras yang mirip, sedangkan log kecil berdiameter ujung di bawah 16 cm dari bagian atas batang secara sistematis miskin teras.

Kesimpulan

Teras jati menumpuk di tempat yang bisa diduga: batang yang besar dan bagian bawah pohon yang dominan. Teras mulai terbentuk saat jari-jari xilem 2 sampai 3 cm, rasionya mantap setelah diameter batang sekitar 10 cm, dan volumenya terkonsentrasi di bawah 60 persen tinggi pohon dengan porsi 51 sampai 60 persen menurut status pohonnya. Model berbasis DBH memberi alat praktis untuk menduga volume teras sebelum penebangan. Bagi rantai pasok jati rakyat, pesannya konkret: seleksi log berdasarkan diameter dan posisi batang lebih menentukan rendemen teras daripada sekadar umur pohon di atas kertas.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu heartwood (kayu teras)?

Heartwood atau galih adalah bagian tengah batang yang sudah tidak aktif mengalirkan air, mengakumulasi ekstraktif, dan umumnya lebih tahan terhadap serangan organisme.

Apa itu sapwood (gubal)?

Sapwood adalah lapisan kayu hidup di tepi batang yang mengangkut air dari akar ke tajuk. Lebarnya relatif stabil sekitar 1 sampai 4 cm pada jati dan porsinya menyusut secara proporsional seiring batang membesar.

Apa itu DBH?

DBH (diameter at breast height) adalah diameter batang yang diukur setinggi dada, sekitar 1,3 meter dari tanah. Dalam riset ini DBH adalah peubah terbaik untuk menduga volume teras pohon berdiri.

Apa maksud pohon dominan, rata-rata, dan tertekan?

Status sosial menggambarkan posisi tajuk pohon di kanopi tegakan. Pohon dominan tajuknya menerima cahaya penuh dan tumbuh paling cepat, pohon rata-rata terhimpit sebagian, pohon tertekan kalah bersaing dan pertumbuhannya terhambat.

Artikel ini disusun dari berbagai sumber terpercaya, riset akademik, literatur industri, dan pengalaman workshop, untuk menyebarluaskan informasi yang bermanfaat bagi industri perkayuan.

Sumber Riset

  1. Yang, B., Jia, H., Zhao, Z., Pang, S., & Cai, D. (2020). Horizontal and Vertical Distributions of Heartwood for Teak Plantation. Forests, 11(2), 225. https://www.mdpi.com/1999-4907/11/2/225

Suka detail ukiran kayu jati seperti ini?

Lihat koleksi kaligrafi ukiran kayu jati kami. Diukir CNC presisi ±0,1 mm, kayu jati solid, finishing handmade di Bandung.

← Kembali ke Artikel